Mulai dari nama karakter, pemilihan lagu yang dinyanyikan karakter utama, menu yang dipersoalkan mertua dan menantu, serta elemen sosial budaya lainnya. Film ini digarap Ody C. Harahap sementara naskahnya ditangani Upi. Hasilnya, Tatjana pun dipercaya mengisi empat lagu tema film Sweet 20, yakni "Bing" ciptaan Titiek Puspa, "Payung Fantasi" ciptaan Ismail Marzuki, "Layu Sebelum Berkembang" ciptaan A Riyanto, serta "Meraih Asa" oleh Upi dan Tony. Tatjana melakukan rekaman selama kurang lebih dua pekan untuk lagu-lagu itu. Film is a medium for delivering messages that are effective and easy to understand. The researcher uses the Sweet 20 film as the object of research because there are some scenes that reflect the reality of ageism. The problem formulation of this research is how ageism is represented in the film Sweet 20. Film ini juga banyak menampilkan musik-musik lawas di era 60-an, seperti Layu Sebelum Berkembang, Payung Fantasi, dan Bing. Penggunaan lagu-lagu ini tentunya akan semakin membawa penonton terhanyut dalam suasana tempo dulu. Fatmawati (Niniek L Karim), nenek 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), dan 2 orang cucu (Kevin Julio, Alexa Key). Fatmawati selalu membanggakan Aditya, sampai suatu hari ia mengetahui akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah. Di perjalanan ia melihat studio foto "Forever Young Tak hanya menjadi pemeran utama dalam film "Sweet 20", Tatjana Saphira juga mengisi soundtrack film tersebut. Tak hanya satu, namun empat. hal itu membuatnya cukup kesulitan. Ia sendiri mengaku bahwa membawakan soundtrack film tidaklah mudah. "Saat membawakan lagu Wulan Merindu rasanya susah sekali dan beberapa kali harus diulang saat X4EPLTz.

lagu film sweet 20